Wednesday, March 16, 2016

PENGARUH KEAKTIFAN SISWA DALAM MENGIKUTI SHALAT DHUHA TERHADAP KECERDASAN SPIRITUAL ANAK

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Peneliitian
Dalam menciptakan generasi yang unggul diperlukan sebuah landasan yang kuat untuk membimbing ke arah yang akan dituju. Pendidikan nasional berdasarkan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang berbunyi Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beraklak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”[1] merupakan sebuah konsep pendidikan yang perlu pemikiran yang serius serta tindakan yang berkelanjutan sehingga tujuan pendidikan benar-benar tercapai.
Pendidikan merupakan suatu upaya mewariskan nilai, yang akan menjadi penolong dan penuntun dalam menjalani kehidupan, sekaligus untuk memperbaiki nasib dan peradaban umat manusia yang bisa dilakukan sejak masih dalam kandungan.[2]
Hasan Langgulung menjelaskan bahwa pendidikan seharusnya mengaktualisasikan potensi-potensi yang dimiliki manusia baik spiritual, intelektual, rasional, perasaan, maupun panca indra.[3]
Pendidikan Islam khususnya, juga memiliki tujuan individualisasi nilai dan ajaran Islam demi terbentuknya derajat manusia muttaqin dalam bersikap, berfikir, dan berprilaku.[4]
Pengamalan agama sebagai salah satu tujuan pendidikan Islam dapat dilakukan dimanapun tempatnya, termasuk di sekolah. Hal ini dapat dilakukan dengan mensosialisasikan shalat dengan berjamaah di lingkungan sekolah.
Kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan diri dan mengekspresikan diri sesuai kebutuhan di antaranya  shalat  dhuha dan shalat  dhuhur yang sesuai dengan kondisi madrasah. Tujuannya adalah untuk mengenalkan pelaksanaan  ibadah shalat  dan menanamkan kecintaan untuk menjaga shalat  fardhu.[5]
Shalat  dhuha adalah shalat  sunnah  yang dilakukan ketika matahari sedang terbit sampai menjelang waktu dhuhur. Anjuran shalat dhuha untuk dilaksanakan pada pagi hari adalah agar kondisi hati secerah sinar mentari pada pagi hari. [6]
Setiap kata yang diucapkan dalam shalat akan membangkitkan  kembali suara-suara hati yang mungkin sudah agak memudar. Dengan demikian kecerdasan emosi dan spiritual akan bangkit dan muncul  kembali ketika mengucapkan setiap kata dalam shalat.[7]
Singgih D. Gunarsa mengemukakan bahwa kehidupan pada masa anak dengan berbagai pengaruhnya adalah masa kehidupan yang sangat penting khususnya berkaitan dengan diterimanya rangsangan (stimulasi) dan perlakuan dari lingkungan hidupnya.[8]
Danah Zohar mengatakan bahwa ketika kecil ia bertanya mengapa ia harus hidup. Kemudian ia menjawabnya sendiri bahwa ia harus mewarisi sebuah dunia yang lebih baik dibanding dunia yang pernah ia temui. Kemudian ketika ia dewasa pertanyaan itu juga muncul lagi dan jawabannya pun hampir sama, ia harus hidup untuk memberi arti.[9]
حَدَّثَنَا مُؤَمَّلُ بْنُ هِشَامٍ يَعْنِي الْيَشْكُرِيَّ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ عَنْ سَوَّارٍ أَبِي حَمْزَةَ قَالَ أَبُو دَاوُد وَهُوَ سَوَّارُ بْنُ دَاوُدَ أَبُو حَمْزَةَ الْمُزَنِيُّ الصَّيْرَفِيُّ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ ,قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ


Artinya: Telah menceritakan kepada kami Mu`ammal bin Hisyam Al-Yasykuri telah menceritakan kepada kami Isma'il dari Sawwar Abu Hamzah berkata Abu Dawud; Dia adalah Sawwar bin Dawud Abu Hamzah Al-Muzani Ash-Shairafi dari Amru bin Syu'aib dari Ayahnya dari Kakeknya dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk melaksanakan shalat apabila sudah mencapai umur tujuh tahun, dan apabila sudah mencapai umur sepuluh tahun maka pukullah dia apabila tidak melaksanakannya, dan pisahkanlah mereka dalam tempat tidurnya." (Abu Daud - 418).[10]

Hadis di atas memberikan penjelasan pentingya mengajarkan shalat  kepada anak sebagai sebuah upaya pendidikan agama dan merupakan sebuah penanaman ubudiyah sejak dini.
MTs Luthful Ulum Pasucen  telah mengambil langkah strategis untuk mewujudkan sebuah generasi yang Islami. Madrasah tersebut telah menjadikan sebuah teori pelajarake dalam  bentuk praktek keseharian. Yaitu  memasukkan shalat  dhuha ke dalam program rutin sekolah yang diwajibkan bagi seluruh siswa. Tujuannya adalah untuk melatih anak didik untuk mengembangkan kepribadian serta kecerdasan. Mereka  dilatih dan didik untuk mengembangkan skill dan mental ke arah yang lebih baik. Sehingga madrasah tersebut dapat menciptakan out-put yang unggul dan tangguh, yang tidak hanya mengandalkan teori-teori dalam belajarnya, tetapi juga berpengalaman dalam bidangnya untuk menghadapi arus moderenitas.
Oleh karena itulah, statement di atas mendorong peneliti untuk mengetahui adakah pengaruh keaktifan siswa dalam mengikuti shalat dhuha terhadap kecerdasan spiritual anak di MTs Luthful Ulum Pasucen  Trangkil Pati  tahun pelajaran 2013/2014.
B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan peneliti kemukakan adalah sebagai berikut :
1.    Bagaimanakah keaktifan siswa dalam mengikuti shalat dhuha di MTs Luthful Ulum Pasucen Trangkil Pati Tahun Pelajaran 2013/2014.
2.    Bagaimanakah kecerdasan spiritual siswa MTs Luthful Ulum Pasucen  Trangkil Pati Tahun Pelajaran 2013/2014.
3.    Adakah pengaruh keaktifan siswa dalam mengikuti shalat dhuha terhadap kecerdasan spiritual anak di MTs Luthful Ulum Pasucen Trangkil Pati Tahun Pelajaran 2013/2014.
C.    Tujuan Penelitian
Setiap kegiatan yang dilakukan dengan sadar pasti mempunyai tujuan yang ingin dicapai, demikian juga dengan penelitian ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui:
1.    Keaktifan  siswa dalam mengikuti shalat dhuha di MTs Luthful Ulum Pasucen  Trangkil Pati Tahun Pelajaran 2013/2014.
2.    Kecerdasan  spiritual siswa MTs Luthful Ulum Pasucen  Trangkil Pati Tahun Pelajaran 2013/2014.
3.    Pengaruh keaktifan siswa dalam mengikuti shalat dhuha terhadap kecerdasan spiritual anak di MTs Luthful Ulum Pasucen Trangkil Pati Tahun Pelajaran 2013/2014.


D.    Kegunaan Hasil Penelitian  
Kegunaan penelitian ini sebagai dampak dari tercapainya tujuan. Jika tujuan dapat tercapai dan rumusan masalah dapat terjawab secara akurat maka timbul kegunaannya. Kegunaan penelitian ini di antaranya yaitu :
1.    Teoritis
Memberikan kontribusi dalam khazanah keilmuan tentang pengaruh shalat dhuha terhadap kecerdasan spiritual serta dapat dikembangkan dalam penelitian selanjutnya.
2.    Praktis
Secara praktis penelitian ini dapat bermanfaat bagi:
a.    Kepala Madrasah
Sebagai masukan bagi kepala madrasah tentang pentingnya pelaksanaan shalat  dhuha dalam membentuk kecerdasan spiritual anak sehingga perlu memasukkan dalam kurikulum MTs Luthful Ulum.
b.    Siswa
Sebagai motivator untuk lebih giat melaksanakan shalat dhuha baik ketika di sekolah maupun di rumah.
c.    Sekolah Tinggi Agama Islam Pati
Menambah  referensi disiplin ilmu yang ada pada perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Pati.





[1] Undang-undang No.20 tahun 2003, Sistem Pendidikan Nasional, (Yogyakarta: Pustaka Merah Putih, 2007), 7.
[2] Mansur, Diskursus Pendidikan Islam,(Yogyakarta: Global Pustaka Utama, 2005), 1.
[3] Tim Penyusun, KTSP Konsep dan Imlpementasinya, (Semarang: MDC Jateng, 2007), 31.
[4] Yusuf Amir Feisal, Reorientasi Pendidikan Islam, (Jakarta: Gramedia, 1995), 95.
[5] Tim Penyusun, 185.
[6] Sabil El-Ma’rufie, Shalat Dhuha, (Bandung: Mizania, 2013), 25.
[7] Ary Ginanjar Agustian, Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ; Emosional Spiritual Quotient berdasarkan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam, (Jakarta: Arta Wijaya Persada, 2001),  319.
[8] S.C. Utami Munandar, Bunga Rampai Psikologi Perkembangan Pribadi, (Jakarta: Gunung Agung,  2001), 127-128.
[9] Danah Zohar dan Ian Marshall, Spritual Capital: Memberdayakan SQ di Dunia Bisnis, (Bandung: Mizan Pustaka, 2007), 15.
[10] Lidwa Pusaka i-Software,  Kitab 9 Imam Hadist.

No comments:

Post a Comment