Thursday, March 17, 2016

Efektifitas Metode Learning By Doing Untuk Pengembangan Emotional Intellegence (Part 4)

Efektifitas Metode Learning By Doing Untuk Pengembangan Emotional Intellegence

A.      Metode Penelitian
1.         Jenis dan Pendekatan Penelitian
Jenis penelitian ini adalah laboratory research, yaitu penelitian yang dilaksanakan pada tempat tertentu (laboratorium) dan biasanya bersifat eksperimen atau percobaan.[1]
Dalam hal ini peneliti ingin mengetahui efektifitas metode learning by doing dalam mengembangkan emotional intellegence siswa di Raudlatul Athfal Maslakul Falah desa Arumanis  Kec. Jaken Kab. Pati Tahun Pelajaran 2014/2015.
Desain penelitian ini menggunakan Quasi eksperimen yaitu desain yang mempunyai kelompok kontrol tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variable-variabel luar yang mempengaruhi eksperimen.[2]  Dalam penelitian ini, metode learning by doing menjadi variable kontrol terhadap variabel emotional intelligence, tetapi tidak bisa berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variable-variabel luar yang mempengaruhi emotional intelligence.
Selain itu desain penelitian ini menggunakan one group pre-test-post test design yaitu penelitian yang hasilnya bisa diketahui sebelum diberi perlakuan dengan sesudah diberi perlakuan.[3] Pada penelitian ini akan diteliti emotional intelligence siswa sebelum dan sesudah penerapan metode learning by doing.
Sedangkan pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif,  yaitu pendekatan yang dapat menampilkan data berupa angka-angka yang menunjukkan satuan-satuan secara kuantitatif.[4]
2.         Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian adalah langkah-langkah yang akan dilaksanakan  dalam penelitian sesuai dengan desain penelitian.[5] Pada penelitian ini, peneliti mengobservasi emotional intelligence siswa sebelum penerapan metode learning by doing, kemudian menerapkan metode learning by doing,  setelah itu peneliti mengobservasi emotional intelligence siswa untuk diketahui efektifitas dari penerapan metode pembelajaran tersebut  .
3.         Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian yang akan peneliti laksanakan berlokasi di kelas B Raudlatul Athfal Maslakul Falah desa Arumanis  kecamatan Jaken kabupaten Pati. Sedangkan waktu berlangsungnya penelitian mulai tanggal 10 Oktober sampai 31 Nopember 2014.
4.         Populasi dan Sampel
1.        Populasi
Populasi pada prinsipnya adalah semua anggota kelompok manusia, binatang, peristiwa, atau benda yang tinggal bersama dalam satu tempat dan secara terencana menjadi target kesimpulan dari hasil akhir suatu pendidikan.[6] Sedangkan Sugiyono mengartikan populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek / subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari yang kemudian ditarik kesimpulan.[7]
Dalam penelitian ini populasinya adalah semua siswa kelas B Raudlatul Athfal Maslakul Falah desa Arumanis  Kec. Jaken Kab. Pati Tahun Pelajaran 2014/2015.
2.        Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi yang dipilih untuk sumber data. Salah  satu syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi sampel yang dipilih harus mewakili karakteristik dari populasi. [8]
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.[9] Dalam hal ini Suharsimi Arikunto mengatakan “Apabila subyeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Dan jika subyeknya lebih besar dapat diambil antara 10% - 15% atau 20% - 25% atau lebih”.[10]
Karena pada penelitian ini populasi kurang dari 100, maka peneliti mengambil semua siswa kelas B Raudlatul Athfal Maslakul Falah desa Arumanis  Kec. Jaken Kab. Pati Tahun Pelajaran 2014/2015 untuk dijadikan sampel penelitian yaitu sebanyak 30 siswa.
5.         Variabel dan Indikator
Variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut.[11] Dalam hal ini ada dua variabel yang menjadi fokus penelitian, yaitu:
1.        Variabel Independent (variabel bebas)
Variabel  independent pada penelitian ini adalah metode learning by doing dan merupakan variabel X. Adapun indikatornya adalah sebagai berikut :
-          Menumbuhkan motivasi belajar anak
-          Mengajak anak didik beraktifitas
-          Mengajar dengan memperhatikann perbedaan individual
-          Mengajar dengan umpan balik
-          Mengajar dengan pengalihan
-          Menyusun   pemahaman yang logis dan psiikologis.
2.        Variabel Dependent (variabel terikat)
Variabel dependent pada penelitian ini adalah emotional intelligence siswa Raudlatul Athfal Maslakul Falah desa Arumanis  Kec. Jaken Kab. Pati dan merupakan variabel Y. Adapun indikator adalah sebagai berikut:
-          Siswa mampu mengenali emosi diri
-          Siswa mampu mengelola emosi
-          Siswa mampu memotivasi diri sendiri
-          Siswa mampu mengenali emosi orang lain
-          Siswa mampu membina hubungan
6.         Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu sebagai berikut:
                          a)           Observasi
Teknik observasi merupakan suatu proses yang kompleks, yaitu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikologis. [12]
Teknik ini peneliti pergunakan untuk menghimpun data tentang Emotional Intelligence siswa Raudlatul Athfal Maslakul Falah desa Arumanis  Kec. Jaken Kab. Pati tahun pelajaran 2014/2015 baik sebelum maupun sesudah penerapan metode learning by doing.
Pada pelaksanaan obeservasi peneliti menggunakan observasi terstruktur yaitu dengan cara membuat cheklist terlebih dahulu yang berisi instrument yang akan peneliti amati.
Instrument adalah alat pada waktu penelitian menggunakan sesuatu metode.[13]. Adapun kisi-kisi intrument observasi terstruktur tersebut adalah sebagai berikut:


Table:
Kisi-kisi instrument observasi variabel Emotional Intelligence anak

Variabel Penelitian
Indikator
No. Item
Emotional Intelligence (Y)
Siswa mampu mengenali emosi diri
1,2
Siswa mampu mengelola emosi
3,4
Siswa mampu memotivasi diri sendiri
5,6
Siswa mampu mengenali emosi orang lain
7, 8
Siswa mampu membina hubungan
9, 10

                         b)           Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah metode mencari data mengenai hal-hal yang berupa catatan, buku, dan sebagainya yang dapat digunakan untuk menunjang perolehan data. Adapun dokumen-dokumen yang peneliti kumpulkan dalam penelitian ini adalah:
1)   Teknik ini digunakan untuk memperoleh data tentang gambaran umum sekolah, meliputi kegiatan kegiatan pembelajaran, lokasi, dan sarana prasarana.
2)   Nama siswa RA Maslakul Falah desa Arumanis  Kec. Jaken Kab. Pati tahun pelajaran 2014/2015.
3)   Data  tentang siswa, guru, dan juga karyawan di RA Maslakul Falah desa Arumanis  Kec. Jaken Kab. Pati tahun pelajaran 2014/2015.
4)   Visi dan misi RA Maslakul Falah desa Arumanis  Kec. Jaken Kab. Pati tahun pelajaran 2014/2015.
7.         Teknik Analisis Data
a.      Analisis Pendahuluan
Dalam analisis pendahuluan  ini jenis data yang dikumpulkan adalah data kualitatif yang  kemudian diubah menjadi data kuantitatif. Adapun langkah-langkah berikutnya adalah :
1)      Menyusun distribusi frekuensi
Setelah data kualitatif peneliti rubah menjadi data kuantitatif kemudian peneliti melakukan penskoran dilanjutkan dengan menjumlahkan skor yang diperoleh masing-masing siswa kemudian memasukkannya kedalam distribusi frekuensi.
2)      Mencari mean atau rata-rata
Setelah itu peneliti mencari rata-rata skor yang diperoleh seluruh siswa dengan rumus:
 [14]
Keterangan:
M   = Mean/rata-rata
= Jumlah skor variabel X
N  = Banyak siswa


b.      Analisis Uji Hipotesis
Analisis uji hipotesis merupakan lanjutan dari analisis pendahuluan dengan menguji data tentang efektifitas variable X terhadap variable Y,  Yaitu peneliti  menganalisis data dengan menggunakan rumus t-test. Adapun rumusnya adalah sebagai berikut:
 
Keterangan:
Y1
:
Rata-rata emotional intelegence siswa sebelum penerapan metode learning by doing
Y2
:
Rata-rata emotional intelegence siswa sesudah penerapan metode learning by doing
SS1
:
Varians rata-rata emotional intelegence siswa sebelum penerapan metode learning by doing
SS2
:
Varians rata-rata emotional intelegence siswa sesudah penerapan metode learning by doing
n1
:
Jumlah sampel siswa sebelum penerapan metode learning by doing
n2
:
Jumlah sampel siswa sesudah penerapan metode learning by doing [15]
Selanjutnya  t  observasi tersebut dibandingkan dengan t  tabel dengan dk = n1 + n2 – 2 = 30 + 30 – 2 = 58, dan taraf kesalahan 5%. Dalam hal ini berlaku ketentuan bahwa,  bila t observasi lebih kecil atau sama dengan t tabel, maka Ho diterima.[16]


c.       Analisis Lanjut
Analisis  ini merupakan analisis pengolahan lebih lanjut dari hasil-hasil analisis uji hipotesis. Dalam analisis ini digunakan untuk menginterpretasikan kebenaran hipotesis, dengan berkonsentrasi pada nilai  “t tabel”, maka terlebih dahulu mencari derajat kebebasan atau dk dengan rumus dk =  N1 – 1 dan dk = N2 – 1.
Berdasarkan analisis uji hipotesis dan hasil penafsiran maka maka apabila “ t observasi” sama dengan atau lebih besar dari pada “t tabel” maka hasil penelitian ini adalah signifikan (dapat diterima) yang berarti penerapan metode learning by doing efektif untuk pengembangan emotional intellegence. Yang berarti pula Ha (hipotesis alternative) diterima dan Ho (hipotesis nilai) ditolak.
Tetapi sebaliknya apabila “t observasi” lebih kecil dari “t tabel” berarti Ha ditolak dan Ho diterima. Artinya penerapan metode learning by doing tidak efektif untuk pengembangan emotional intellegence.
Dengan demikian, akan diketahui hasil penelitian ini secara pasti dan  benar sesuai dengan rumusan penelitian yang dibahas.


[1] Iqbal Hasan, Analisis Data Penelitian dengan Statistik, (Jakarta: Bumi Aksara, 2004), 5.
[2] Sugiono, 114.
[3] Sugiono, 110.
[4]Ibnu Hajar, Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kuantitatif dalam Pendidikan (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1999),30.
[5] http://a-research.upi.edu/1/10/2014
[6] Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Prakteknya, (Jakarta : Bumi Aksara, 2001), 53.
[7] Sugiyono, 297.
[8] Sukardi, 54.
[9] Sugiyono, 118.
[10] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), 67.
[11] Sugiono, 42.
[12] Sugiono, 162.
[13] Suharsimi, 192.
[14] Hartono, Statistik Untuk Penelitian, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009) 34.
[15] Sumanto, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan, hlm. 226.
   [16] Sugiyono, Metode Penelitian, 275-276

No comments:

Post a Comment