Friday, March 18, 2016

Metode Small Group Discussion

                                              Metode Small Group Discussion


a.             Pengertian Metode Pembelajaran
Zakiah Daradjat mengemukakan bahwa metode adalah “suatu cara kerja yang sistematik dan umum”.[1] 
Adapun mengenai pengertian pembelajaran, Moh. Uzer Usman mengemukakan bahwa pembelajaran adalah “suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar interaksi timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu”.[2]
Sedangkan Ahmad Sabri mengemukakan bahwa metode pembelajaran adalah ”cara-cara atau teknik penyajian bahan pelajaran yang akan digunakan oleh guru pada saat menyajikan bahan pelajaran, baik secara individual atau secara kelompok”.[3]
Dengan demikian, metode pembelajaran adalah suatu cara atau jalan yang ditempuh yang sesuai dan serasi untuk menyajikan suatu materi pelajaran sehingga akan tercapai suatu tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien sesuai yang diharapkan.
b.             Pentingnya Metode Pembelajaran
Metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan belajar mengajar metode diperlukan oleh guru dan pengunaannya bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai setelah pengajaran berakhir. Seorang tidak akan dapat melaksanakan tugasnya bila tidak menguasai satupun metode mengajar yang dirumuskan dan dikemukakan para ahli psikologi dan pendidikan.[4]
Untuk memahami pentingnya metode pembelajaran maka perlu memahami terlebih dahulu kedudukan metode sebagai salah satu komponen yang ikut ambil bagian bagi keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Kerangka berfikir yang demikian bukanlah suatu hal yang aneh tapi nyata, dan memang betul-betul dipikirkan oleh seorang guru.[5]
c.              Pengertian Metode Small Group Discussion
Small group discussion adalah proses pembelajaran dengan melakukan diskusi kelompok kecil tujuannya agar peserta didik memiliki ketrampilan memecahkan masalah terkait materi pokok dan persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.[6] Small group discussion juga berarti proses penglihatan dua atau lebih individu yang berinteraksi secara global dan saling berhadapan muka mengenai tujuan atau sasaran yang sudah tertentu melalui tukar menukar informasi, mempertahankan pendapat atau pemecahan masalah.[7]


d.             Tujuan Metode Small Group Discussion
Sebagai metode belajar, belajar kelompok diskusi atau small group discussion mengandung tujuan yang ingin dikembangkan. Tujuan diskusi atau small group discussion antara lain :
a) Agar siswa berbincang-bincang untuk memecahkan masalah-masalah sendiri.
b) Agar siswa berbincang-bincang mengenai masalah-masalah apa saja yang berhubungan dengan kehidupan mereka sehari-hari, dengan kehidupan mereka di sekolah, dengan sesuatu yang terjadi di lingkungan sekitar mereka dan sebagainya.
c) Agar siswa berbincang-bincang mengenai pelajaran di kelas dengan maksud saling mengoreksi pemahaman mereka atas pelajaran yang diterimanya, agar masing-masing anggota memperoleh pemahaman yang lebih baik.[8]
Sedangkan menurut Ismail SM, tujuan penerapan metode ini adalah agar peserta didik memiliki ketrampilan memecahkan masalah terkait materi pokok dan persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.[9]
Menurut A. Surjadi, tujuan small group discussion adalah untuk menyatakan pendapat dan memperoleh informasi tentang topik yang menjadi perhatian; belajar dari anggota kelompoknya.[10]
Metode small group discussion mungkin tidak efektif untuk menyajikan informasi baru dimana peserta didik sudah dengan sendirinya termotivasi. Tetapi diskusi tampaknya sangat cocok ketika guru ingin melakukan hal-hal dibawah ini:
                                                             a)     Membantu peserta didik belajar berfikir dari sudut pandang suatu subjek bahasan dengan memberi mereka praktek berpikir.
                                                             b)    Membantu peserta didik mengevaluasi logika serta bukti-bukti bagi posisi dirinya atau posisi yang lain.
                                                             c)     Memberi kesempatan pada peserta didik untuk memformulasikan penerapan suatu prinsip.
                                                            d)    Membantu  peserta didik menyadari akan suatu problem dan menformulasikannya dengan menggunakan informasi yang diperoleh dari bacaan atau ceramah.
                                                             e)     Menggunakan bahan-bahan dari anggota lain dalam kelompoknya.
                                                             f)     Memperoleh penerimaan bagi informasi atau teori yang mengkomunteri cerita rakyat atau kepercayaan peserta didik terdahulu
                                                             g)    Mengembangkan  motivasi untuk belajar yang lebih jauh
                                                             h)    Memperoleh  feedback yang cepat tentang seberapa jauh suatu tujuan tercapai.[11]

Sistem pembelajaran yang baik seharusnya dapat membantu siswa mengembangkan diri secara optimal serta mampu mencapai tujuan-tujuan belajarnya. Meskipun proses belajar-mengajar tidak dapat sepenuhnya berpusat pada siswa seperti pada sistem pendidikan terbuka, tetapi perlu diingat bahwa pada hakekatnya siswalah yang harus belajar.
e.       Langkah-langkah dalam Penerapan Metode  Small Group Discussion
Langkah-langkah penerapan metode small group discussion yaitu:
                                                             a)     Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (maksimal 5 murid) dengan menunjuk ketua dan sekretaris
                                                             b)    Siswa diberi soal studi kasus (yang dipersiapkan oleh guru) sesuai dengan Standar Kompetensi (SK) & Kompetensi dasar (KD).
                                                             c)     Setiap  kelompok mendiskusikan jawaban soal tersebut
                                                            d)    Guru memastikan setiap anggota berpartisipasi aktif dalam diskusi
                                                             e)     Setiap kelompok melalui juru bicara yang ditunjuk menyajikan hasil diskusinya dalam forum kelas klarifikasi, penyimpulan dan tindak lanjut (guru).[12]
f.       Keunggulan dan Kelemahan Metode Small Group Discussion
Sebuah strategi pembelajaran, pastilah memiliki kelebihan dan kekurangan, begitu juga dengan strategi small group discussion, strategi pembelajaran ini juga memiliki kekurangan dan kelebihan. Berikut ini uraian tentang kelebihan dan kekurangannya:
1)      Kelebihan Strategi Small Group Discussion
a)      Semua peserta didik bisa aktif dalam kegiatan belajar mengajar.
b)      Mengajarkan kepada peserta didik agar mau menghargai pendapat orang lain dan bekerjasama dengan teman yang lain.
c)      Dapat melatih dan mengembangkan sikap sosial dan demokratis bagi siswa.
d)     Meningkatkan keterampilan berkomunikasi bagi siswa.
e)      Mempertinggi  partisipasi  peserta  didik  baik  secara  individual dalam kelompok maupun dalam kelas.
f)       Mengembangkan pengetahuan mereka, karena bisa saling bertukar pendapat antar siswa baik dalam kelompoknya maupun dengan kelompok yang lain.
2)      Kekurangan strategi Small Group Discussion
a)      Diskusi  biasanylebih  banyak  memboroskawaktu,  sehingga tidak sejalan dengan prinsip efisiensi.[13]
b)      Dapat menimbulkan ketergantungan pada kelompok sehingga ia tidak ikut terlibat dalam kegiatan diskusi, karena hanya mengandalkan teman dalam kelompoknya.
c)      Dapat menimbulkan dominasi dari kelompok yang sekiranya lebih banyak dan lebih mampu mengungkapkan ide sehingga kelompok yang lain tidak memberikan kontribusi yang berarti.
Bagi guru, diskusi kelompok kecil dapat mempersulit dalam mengelola iklim kelas.[14]


[1] Zakiah Daradjat, dkk., Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008),  1.
[2] Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset, 2008), hlm. 4.
[3] Ahmad Sabri, Strategi Belajar Mengajar dan Micro Teaching, (Jakarta: Quantum Teaching, 2005), hlm. 52.
[4] Saiful Bahri Jamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), 46.
[5] Saiful Bahri Jamarah dan Aswan Zain, 72.
[6] Ismail S.M, Ayo Paktek PTK, (Semarang: Rasail Media Group, 2010), 87-89.
[7] Hasibuan dan Moedjiono, Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000), 20.
[8] B. Suryobroto, Proses-Proses Belajar Mengajar di Sekolah, (Jakarta: Bina Aksara, 1999), 180.
[9] Ismail SM, 89.
[10] A. Surjadi, Membuat Siswa Aktif Belajar, (Bandung: Bina Cipta, 1983), 47.
[11] Hisyam Zaini, dkk, Strategi Pembelajaran Aktif, (Yogyakarta: Insan Madani, 2008), 117-118.
[12] Ismail, 87-88.
[13] Muhibin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2005), 208.
[14] Muhibin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2005), hlm. 208

No comments:

Post a Comment